Kejati Banten Selamatkan Uang Negara Rp 14 M

Kantor Kejati banten

Kantor Kejati banten

Kejaksaan Tinggi Banten telah berhasil menyelamatkan uang negara dari kasus tindak pidana korupsi sebesar Rp 14.204.150.516 sejak Januari hingga Oktober 2015 ini.

Penyelamatan keuangan negara sebesar Rp 14.204.150.516 itu berasal dari kasus korupsi yang ditangani Kejati Banten sebesar Rp 12.431.427.771, Kejari Pandeglang Rp. 95.732.000 dan Kejari Tigaraksa Rp. 1.676.990.745.

Asisten Pidana Khusus Kejati Banten, Arifin Hamid mengatakan sebagian besar uang negara yang berhasil diselamatkan berasal dari kasus dugaan korupsi RSU Propinsi Banten, Jamkesmas, penyertaan modal pada PT Banten Global Development, dana hibah serta pembangunan RSUD Puskesmas KotaTangerang.

“Untuk Pidsus saja Kejati Banten hingga Oktober 2015 ini sudah berhasil menyelamatkan uang negara Rp 14 miliar lebih,” ujar Arifin Hamid.

Berikut rincian penyelamatan kerugian keuangan negara

Kejati Banten

Penyelidikan Kejaksaan Tinggi Banten
- RSU provinsi Rp 1.355.071.680
- Dispora Rp 210.448.950
- PT BGD Rp 3.600.000.000

Penyidikan Kejaksaan Tinggi Banten
- Perkara Jamkesmas Rp 3.730.007.041
- Perkara Dispora Rp 50.000.000
- Dermaga Tresle Kubangsari Rp 225.000.000

Penuntutan Kejaksaan Tinggi Banten
- Perkara hibah lembaga Banten Muda tahun anggaran 2013 Rp 300.000.000
- Perkara dana hibah tahun ajaran 2011 dan 2012, pada tahap Dik Rp. 925.900.000 dan pada tahap Tut Rp 2.035.000.000
Total Rp 2.960.900.000

Kejari Pandeglang

Penyelidikan :
- Pembuatan kapal perikanan kayu 30 GT Rp 37.000.000
- Dana kedaruratan bagi korban bencan angin puting beliung Rp 18.732.000
- Proyek pemasangan Syntetic Track Atletik di Stadion Badak Pandeglang Rp 40.000.000
Rp 95.732.000

Kejari Tiga Raksa
Penuntutan :
- Pembangunan RSUD Puskesmas Kota Tangerang tahun anggaran 2011/2012 Rp 1.267.166.624
Pekerjaan paket peningkatan jalan Cukang Galih Rp 409.824.120
Total Rp. 1.676.990.745