Mantan Kepala Damkar Ditahan

No comment 925 views

kejari-tangerangKejaksaan Negeri Tangerang secara resmi menahan Diding Iskandar, mantan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Tangerang. Diding adalah tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan mobil tangga pemadam kebakaran yang diduga merugikan keuangan negara senilai Rp 4,7 miliar. Selain itu, Kejari Tangerang juga menahan  tersangka Adrian Roesli, direktur PT. Matra Perkasa Utama terkait kasus yang sama.

Kepala Kejaksaan Negeri Tangerang, Edward Kaban ketika dikonfirmasi membenarkan penahan dua tersangka kasus dugaan korupsi tersebut. Adapun dasar penahan kedua terasangka yakni hasil audit badan pengawasan keuangan dan pembangunan (BPKP).

Berdasarkan hasil audit ,negara mengalami kerugian sebesar Rp 4,7 miliar dari total pengadaan mobil tangga pemadam sebasar Rp10 miliar.

”Hasil audit telah diterima satu minggu lalu dari BPKP dan sekarang kami langsung melakukan penahanan karena adanya kerugian negara,”ujar Edward.

Penahanan kepada kedua tersangka berdasarkan pada pasal 21 ayat 4 KUHP karena kedua tersangka berpotensi melarikan diri, menghilangkan barang bukti serta mengulangi perbuatan serupa dikemudian hari.

Selanjutnya, kata Edward, kedua tersangka mendekam dirumah tahanan tindak pidana korupsi serang.

Edward menjelaskan, kedua tersangka dianggap telah bersepakat jahat melakukan perubahan nilai serta spesifikasi dari barang yang di beli dengan menggunakan uang dari APBD kota tangerang tahun anggaran 2013 sebesar Rp10 miliar. Selain itu, dari hasil penilaian sendiri (HPS) untuk satu unit mobil tangga yang di import dari turki itu, dibuat tanpa melalui prosedur yang jelas.

“Awalnya, untuk casis mobil tangga tersebut harusnya mereka hino namun diubah menjadi merek folkan,”katanya.

Kasi pidsus Kejari Tangerang Raymond Ali mengatakan, kedua tersangka di jerat pasal 2 dan 3 UU tindak pidana korupsi, dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.

Kasus ini sudah masuk tahap II, yaitu penyerahan tersangka dan barang bukti dari jaksa  penyidik ke jaksa penuntut umum.

”kalau berkasnya sudah lengkap, kasus ini akan secepatnya kami limpahkan ke pengadilan tipikor serang,”tuturnya Raymond.

Sumber: HU Kabar Banten