Sejarah Singkat Kejati Banten

Banten sebagai nama suatu wilayah sudah dikenal dan diperkenalkan sejak abad ke 14.  Mula-mula Banten merupakan pelabuhan yang sangat ramai disinggahi kapal dan dikunjungi pedagang dari berbagai wilayah hingga orang Eropa yang kemudian menjajah bangsa ini.  Pada tahun 1330 orang sudah mengenal sebuah negara yang saat itu disebut Panten, yang kemudian wilayah ini dikuasai oleh Majapahit di bawah Mahapatih Gajah Mada dan Raja Hayam Wuruk. Pada masa-masa itu Kerajaan Majapahit dan Kerajaan Demak merupakan dua kekuatan terbesar di Nusantara.  Tahun 1524 - 1525 para pedagang Islam berdatangan ke Banten dan saat itulah dimulai penyebaran agama Islam di Banten.  Sekitar dua abad kemudian berdiri Kadipaten Banten di Surasowan pada 8 Oktober 1526.  Pada tahun 1552 - 1570 Maulana Hasanudin Panembahan Surosowan menjadi Sultan Banten pertama.  Sejak itu dimulailah pemerintahan kesultanan di Banten yang diakhiri oleh Sultan Muhammad Rafi uddin (1813 - 1820) merupakan sultan ke dua puluh setelah sultan dan rakyat masa sebelumnya berperang melawan penjajah.  Namun demikian perjuangan rakyat Banten terus berlanjut hingga detik terakhir kaki penjajah berada di bumi Banten.

Setelah memasuki masa kemerdekaan muncul keinginan rakyat Banten untuk membentuk sebuah provinsi.  Niatan tersebut pertama kali mencuat di tahun 1953 yang kemudian pada 1963 terbentuk Panitia Provinsi Banten di Pendopo Kabupaten Serang.  Dalam pertemuan antara Panitia Provinsi Banten dengan DPR-GR sepakat untuk memperjuangkan terbentuknya Provinsi Banten.  Pada tanggal 25 Oktober 1970 Sidang Pleno Musyawarah Besar Banten mengesahkan Presidium Panitia Pusat Provinsi Banten.  Namun ternyata perjuangan untuk membentuk Provinsi Banten dan terpisah dari Jawa Barat tidaklah mudah dan cepat.  Selama masa Orde Baru kenginan tersebut belum bisa direalisir.

Berdirinya  Provinsi Banten tidak dapat lepas dari sejarah Banten yang seutuhnya, dari  berbagai sumber yang didapat sejarah Banten sendiri di mulai pada abad ke-7  yang diawali dari sebuah pelabuhan internasional. Di lihat dari sejarah  berdirinya Provinsi Banten dapat dikategorikan menjadi : Banten Pada Era  Kesultanan dan Masa Kolonial. Pada abad 16-17, di bawah kekuasaan Sultan  Maulana Hasanuddin dan Sultan Ageng Tirtayasa, Banten menjadi salah satu kota  perdagangan rempah-rempah di kawasan Asia Tenggara dan dikenal sebagai pusat  kerajaan Islam  serta pusat perdagangan  nusantara. Pada masa itu Banten menjadi tempat persinggahan para pedagang dari  berbagai belahan dunia, sekaligus menjadi pusat pertukaran dan persatuan  kebudayaan.

Pada Orde Reformasi perjuangan masyarakat Banten semakin gigih karena mulai terasa semilirnya angin demokrasi dan isu tentang otonomi daerah.  Pada 18 Juli 1999 diadakan Deklarasi Rakyat Banten di Alun-alun Serang yang kemudian Badan Pekerja Komite Panitia Provinsi Banten  menyusun Pedoman Dasar serta Rencana Kerja dan Rekomendasi Komite Pembentukan Provinsi Banten (PPB).  Sejak itu mulai terbentuk Sub-sub Komite PPB di berbagai wilayah di Banten untuk memperkokoh dukungan terbentuknya Provinsi Banten.  Setelah melalui perjuangan panjang dan melelahkan akhirnya pada 4 Oktober 2000 Rapat Paripurna DPR-RI mengesahkan RUU Provinsi Banten menjadi Undang-Undang No. 23 Tahun 2000 tentang Pembentukan Provinsi Banten.  Kemudian pada tanggal 17 Oktober 2000 Presiden Abdurrahman Wahid mengesahkan UU No. 23 Tahun 2000 tentang PPB.  Sebulan setelah itu pada 18 Nopember 2000 dilakukan peresmian Provinsi Banten dan pelantikan Pejabat Gubernur H. Hakamudin Djamal untuk menjalankan pemerintah provinsi sementara waktu sebelum terpilihnya Gubernur Banten definitif. Pada tahun 2002 DPRD Banten memilih Dr. Ir. H. Djoko Munandar, MEng dan Hj. Atut Chosiyah sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Banten pertama.

Provinsi  Banten ditetapkan berdasarkan Undang-undang Nomor 23 Tahun 2000 tentang  pembentukan Provinsi Banten dengan wilayah meliputi Kabupaten Lebak, Kabupaten  Pandeglang, Kabupaten Serang, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan Kota  Cilegon dengan ibukota Serang.

Sebagai  provinsi yang relatif masih sangat muda, Provinsi Banten akan menghadapi  berbagai tantangan, ketertinggalan dan permasalahan. Namun demikian, Provinsi  Banten mempunyai potensi yang dapat di dayagunakan dan dimanfaatkan secara  optimal untuk dijadikan modal dalam mengatasi berbagai tantangan,  ketertinggalan dan setiap permasalahan yang timbul.

bahwa seiring dengan ditetapkannya undang-undang nomor 23 tahun 2000 tentang  pembentukan provinsi banten maka dibentukkah kejaksaan tinggi banten beradasarkan tanggal 14 maret 2002 : yaitu diundangkanny keputusan presiden nomor : 13 tahun 2002 tentang pembentukan kejaksaan tinggi banten, kejaksaan tinggi kepulauan bangka belitung, dan kejaksaan tinggi gorontalo.

bahwa pada pertama kali berdiri pada tahun 2002 kantor kejaksaan tinggi banten berkantor di kejaksaan negeri serang di jalan raya pandeglang km. 1 sempu serang selama 8 (delapan) bulan setelah itu pindah ke jl. kitapa no. 3 cilame serang